Kisah Merekrut dan Magang Barista Papua Pertama

Easter P.K. Tawy, Barista Pertama Perempuan Papua
Easter P.K. Tawy, Barista Pertama Perempuan Papua

Kisah recruit dan magang barista Papua pertama ini saya goreskan dalam rangka mendorong generasi mudah Papua untuk maju berkembang mengejjar ketertinggalan dalam berbagai aspek kehidupan.

Saya, Jhon Yonathan Kwano, mengambil keputusan ini setelah mengalami beberapa persoalan dalam mengolah kopi di BANANA Leaf Cafe (disingkat BLCafe) Yogyakarta. saya sudah buka Cafe ini sejak tahun 2015, tetapi setahun kemudian cafe ini tidak berjalan. Alasan pertama memang bukan “barista”, tetapi soal ethos kerja. Saya harus akui secara jujur bahwa terobosan dan rintisan yang saya lakukan dengan tujuan menggalang partisipasi anak-anak mahasiswa Papua yang adalah tenaga muda Papua di Yogyakarta untuk terlibat dalam bisnis atau usaha-usaha pribadi (wirausaha) saya bisa katakan saya gagal.

Kegagalan saya terutama karena para pikiran dan perasan para mahasiswa Papua telah terpeta dan terbentuk sedemikian rupa sehingga mereka melihat orang Jawa dan orang non-Papua lainnya sebagai penjajah dan mereka sebagai bangsa yang dijajah. Sudah beberapa kali saya mengundang mahasiswa Papua datang ke BLCafe untuk bertukar pikiran, tetapi topik yang menghangat dan sering megemuka ialah topik seputar perjuangan Papua Merdeka.

Selain topi itu tidak dibahas. Kalaupun saya lemparkan topik-topik tentang usaha-usaha produktif, tidak ada satupun yang menyambut umpat saya.

Saya putuskan untuk mensosialisasikan citarasa dan kebiasaan minum Kopi Papua di kalangan mahasiswa Papua-pun menjadi gagal. Anak-anak yang saya tugaskan malahan ikut pengaruh mahasiswa, sulit mengikuti perintah saya.

Akhirnya saya putuskan anak-anak yang saya tugaskan agar keluar dari lingkungan yang tidak kondusif bagi pengembangan entrepreneurship. Saya berpkeputusan melatih anak-anak yang saya percayakan ini menjadi “barista” dan berkarya di Tanah Papua.

Di Tanah Papua sudah ada pasar lebih luas, paling tidak sudah ada para petani kopi yang juga sekaligus konsumen kopi Papua. Mereka bangga dapat meminum kopi yang mereka produksi sendiri, minum dari tangan sendiri sudah menjadi kebanggaan yang tak terkatakan. Untuk memupuk perkembangan ini, saya merasa perlu melatiih anak-anak untuk mengolah Kopi dan untuk disajikan di meja minum.

Akhirnya saya mengundang masing-masing Darmin Rad Kwano dan Easter P.K.Tawy untuk magang di Jakarta Coffee House, dan dari sana mereka mulai mengenal berbagai menu Kopi, dari pengolahan manual sampai racikan menggunakan mesin canggih dan otomatis.

Hasil daripada itu, pada tanggal ini bulan ini sudah ada dua orang Barista Papua pertama, yang memecahkan rekor sebagai Barista Papua pertama dan berkarya di Tanah Papua.

Pada hari ini telah tersiar berita tentang cerita D.R. Kwano di Festival Lembah Baliem Wamena, Kabupaten Jayawijaya, provinsi Papua. Darmin Kwano secara otomatis diakui sebagai Barista OAP pertama.

Sykur kepada Tuhan, inspirasi-Nya terus menghasilkan buah. Semoga Tuhan terus mencurahkan berkat dan menginspirasi bisnis Kopi Papua, sampai kerajaan Kopi Papua benar-benar terbangun dan jaya di muka bumi.

Comments

comments

Add Comment