5 Tokoh Dunia ini Jadi Orang Hebat dan Disegani Dunia Setelah Bebas Penjara, No 5 dari Indonesia

5 tokoh dunia ini jadi orang hebat setelah bebas dari penjara
5 tokoh dunia ini jadi orang hebat setelah bebas dari penjara

TRIBUNSTYLE.COM – Menjadi seorang pemimpin tentunya harus melewati kerja keras dan pengorbanan yang tak sedikit.

Para pemimpin ini harus merasakan hidup di balik jeruji besi, dipenjara karena berbagai hal.

Namun siapa disangka, para pemimpin yang pernah dipenjara ini justru membuktikan bahwa dipenjara bukanlah akhir dari segalanya.

Karena ditempat tersebut, para pemimpin ini justru banyak belajar.

Hingga akhirnya mereka berhasil menjelma menjadi tokoh besar.

Penasaran siapa saja mereka?

Seperti dilansir dari berbagai sumber, berikut 6 tokoh dunia yang pernah dipenjara sebelum akhirnya berhasil menjadi pemimpin di suatu negara.

1. Nelson Mandela

Nelson Mandela
Nelson Mandela (.history.com)

Nelson Mandela merupakan seorang tokoh aktivis anti apartheid

Yaitu pemisahan hak antara orang kulit putih dan pribumi di Afrika Selatan.

Karena menjadi aktivis politik dan idealismenya membuat ia pernah mendekam dalam jeruji besi pada 1964.

Selama masa penahanannya Nelson mengalami berbagai hukuman.

Mulai dari budak pekerja dan tidak diperbolehkan berhubungan dengan dunia luar.

Setelah menjalani masa tahanan selama 27 tahun dan namanya semakin populer, Nelson kemudian dibebaskan pada 1990.

Dia kemudian terpilih menjadi presiden Afrika Selatan pada periode 1994-1999 dan meninggalkan idealisme militansinya.

Nelson banyak melakukan upaya rekonsiliasi dan membuat undang-undang.

Serta peraturan untuk mencegah kemiskinan dan ketidakadilan di negerinya.

2. Xanana Gusmao

Xanana Gusmao
Xanana Gusmao ()

Xanana Gusmao dikenal sebagai mantan gerilyawan dan pernah menjabat sebagai Presiden di Timor Leste.

Namun karena keinginananya untuk terjun ke dunia politik mendorongnya untu memerdekakan Timor Leste.

Karena dianggap melawan pemerintah Indoensia, Xanana pun dipenjara di Cipinang sebagai tahanan politik.

Dalam penjara Xanana mulai belajar Bahasa Indonesia, Inggris dan Ilmu hukum.

Setelah kurang lebih 7 tahun ditahan, Xanana kemudian ditransfer ke Salemba, Jakarta Pusat.

Statusnya ia diturunkan menjadi tahanan rumah, hingga akhirnya bebas murni pada tahun 1999.

Ia juga pernah diberikan penghargaan Bintang Adipurna oleh Presiden Susilo Bambang Yodhoyono pada tahun 2014.

3. Benazir Bhutto

Benazir Bhutto
Benazir Bhutto (thefamouspeople.com)

Benazir Bhutto merupakan tokoh perempuan yang memimpin pemerintahan Islam di Pakistan.

Ia juga pernah menjalani penahanan rumah selama 1,5 tahun.

Dan setelah ayahnya dihukum gantung pada tahun 1979.

Dipenjaranya Benazir malah membuatnya meraih kemenangan dalam pemilu Pakistan.

Setelah melalui perjalanan panjang, pada 1993 ia terpilih sebagai Perdana Menteri Pakistan.

4. Aung San Suu Kyi

Aung San Suu Kyi
Aung San Suu Kyi ()

 

Suu kyi merupakan aktivis pro-demokrasi dan politisi.

Segala tindak tanduknya dicurigai serta dianggap membahayakan bagi kekuasaan pemerintahan junta militer Burma.

Akibatnya dia dikurung di rumahnya sendiri selama hampir 15 tahun.

Selama menjadi tahanan rumah, ia hanya boleh bertemu suaminya lima kali.

Yaitu antara tahun 1989-1999 ketika suaminya meninggal.

Namun di tahun 1990 ia berhasil memenangkan pemilihan umum dalam partai yang dipimpinnya NLD (National League for Democrasi).

Setelah itu Suu Kyii lalu dibebaskan secara resmi oleh Militer Myanmar pada tanggal 13 November 2010.

Dan ia menjabat sebagai State Counsellor atau penasehat negara di tahun 2016.

5. Soekarno

Soekarno
Soekarno (kompasiana.com)

Soekarno merupakan salah satu presiden pertama Republik Indonesia.

Sejak usia muda keaktifannya dalam pergerakan melawan pemerintahan kolinial Belanda membuatnya menjadi target penangkapan polisi Belanda.

Ia ditangkap di Yogyakarta ketika usianya baru 28 tahun.

Dari tembok penjara, Soekarno menulis sebuah pledoi (pidato pembelaan) yang diberi nama Indonesia Menggugat.

Setelah dibebaskan Soekarno melanjutkan perjuangan kemerdekaannya pada 17 agustus 1945. (TribunStyle.com/Ika Putri Bramasti)

Comments

comments

Add Comment