10 Makanan yang Kerap Mengandung Formalin dan Boraks

DEMI mendapatkan bahan makanan yang awet dan tahan lama, sejumlah oknum kerap menambahkan zat pengawet yang sebetulnya berbahaya bagi kesehatan. Tanpa disadari, bahan makanan ini sering kita konsumsi dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa jenis bahan pengawet yang sering dipakai mencakup boraks, formalin, hingga zat pewarna tekstil seperti Methanil Yellow dan Rhodamin B. Jika terus dikonsumsi, zat pengawet tersebut dapat menimbulkan berbagai penyakit berbahaya seperti diare, kerusakan jantung, diabetes, hingga kanker.

Oleh karena itu, diperlukan kesadaran masyarakat untuk lebih proaktif dan selektif dalam membeli bahan makanan yang hendak dikonsumsi. Untuk lebih waspada, berikut Okezone rangkumkan 10 jenis makanan yang kerap mengandung formalin dan boraks, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber,  (6/4/2018).

Bakso

Seperti kita ketahui bahwa bakso merupakan olahan daging yang telah dihaluskan, lalu dicampurkan dengan adonan tepung dan bumbu rempah yang kemudian dibentuk bulat. Mengingat salah satu bahan dasarnya adalah daging mentah, makanan ini umumnya tidak bisa bertahan lama. Para oknum yang tidak bertanggung jawab sering menambahkan formalin agar bakso dapat disimpan dan dijual lebih lama dari waktu yang seharusnya. Untuk mengetahui apakah bakso yang hendak Anda konsumsi mengandung formalin atau tidak, Anda bisa melihat teksturnya. Bakso berformalin cenderung memiliki tekstur yang lebih kenyal, dan dapat bertahan hingga lima hari ketika diletakkan di suhu ruang.

Tahu

Selain bakso, makanan yang sering diidentikkan dengan formalin adalah tahu. Makanan yang terbuat dari kacang kedelai ini memang diketahui tidak dapat bertahan lama. Namun tetap saja ada oknum yang menggunakan berbagai cara termasuk mencampurkan formalin untuk mengawetkan tahu. Oleh karena itu, masryakat dihimbau untuk lebih berhati-hati dalam membeli jenis tahu mengingat kini sudah banyak produk tahu berformalin yang beredar di pasaran. Tahu berformalin umumnya memiliki tekstur yang lebih kecal dan tidak mudah hancur ketika ditekan dengan tangan. Aromanya pun cenderung tajam, bahkan tidak tercium sedikit pun aroma kedelai.

Mi basah

Mi basah merupakan salah satu jenis makanan yang memiliki umur pendek atau tidak dapat bertahan lama. Untuk mengakalinya, para produsen yang tidak bertanggung jawab sering menggunakan formalin sebagai bahan campuran agar mi dapat dijual di pasaran dalam jangka waktu yang lebih lama. Adapun ciri-ciri mi basah yang disinyalir mengandung formalin antara lain, cenderung lebih awet dan tahan lama, memiliki bau yang sangat menyengat, dan tampilannya pun terlihat lebih berminyak, kenyal dan tidak mudah putus.

Ikan

Meski banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengawetkan ikan, bahan makanan yang satu ini ternyata tidak luput dari tangan-tangan jahil sejumlah oknum yang tidak bertangung jawab. Mereka kerap mencampurkan formalin agar ikan dapat bertahan lebih lama. Ciri-ciri ikan yang mengandung formalin bisa dilihat dari teksturnya yang tampak bersih dan kenyal, serta bagian insangnya yang berwarna tua.

Ayam potong

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa ayam menjadi salah satu jenis makanan yang sangat digemari oleh semua kalangan. Namun sayangnya, selama ini ayam potong kerap dikaitkan dengan kasus penggunaan formalin yang dilakukan sejumlah oknum. Tujuannya tentu saja agar kualitas daging tetap terlihat segar dan dapat bertahan lama ketika dijual di pasaran. Untuk mengetahui apakah ayam potong telah dicampurkan formalin, Anda bisa melihat dari tekstur dan warna dagingnya. Ayam potong berformalin memiliki warna yang lebih putih dan terlihat sangat bersih.

Selain 5 makanan diatas, berikut 5 daftar makanan lainnya yang patut Anda waspadai karena disinyalir mengandung formalin dan boraks.

1. Kerupuk

2. Roti

3. Es krim

4. Minuman berwarna terang

5. Jajanan pasar dengan warna yang mencolok.

(ren) sumber: https://lifestyle.okezone.com/

Catatan: Kisah Kita Semua

Artikel ini menyebutkan dengan sangat jelas makanan dan minuman mana yang berformalin. Saya menjadi sadar, sebenarnya saya yang tidak tahu makanan dan minuman banyak yang mengandung formalin yang dijual di sini. Saya disadarkan setelah mengalaminya sendiri.

 

Comments

comments

Add Comment