Festival Makan Papeda akan digelar di semua kampung

Sentani, Jubi

Penyerahan sempe (gerabah) secara simbolis kepada Kepala Kampung Abar sebagai tanda dimulainya Festival Makan Papeda di setiap kampung - Jubi/Engel Wally
Penyerahan sempe (gerabah) secara simbolis kepada Kepala Kampung Abar sebagai tanda dimulainya Festival Makan Papeda di setiap kampung – Jubi/Engel Wally

– Setelah dua tahun penyelenggaraan Festival Makan Papeda di Kampung Abar Distrik Ebungfauw Kabupaten Jayapura, tahun depan festival serupa akan digelar bersamaan i seluruh kampung di pesisir Danau Sentani.

Pernyataan tersebut telah dinyatakan oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama sejumlah kepala kampung yang hadir dalam Festival Makan Papeda II tahu 2018, sekaligus penyerahan sempe (gerabah) secara simbolis dari pemerintah daerah kepada sejumlah kepala kampung.

Bupati Jayapura yang di wakili Asisten III Setda Kabupaten Jayapura, Timotius Demetouw, dalam sambutannya di Kampung Abar mengatakan program pemerintah daerah dalam pembangunan selama ini adalah pembentukan kampung adat. Hal ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian kegiatan Festival Makan Papeda di setiap kampung.

Dikatakan, ketika papeda dan ikan disajikan menggunakan sempe lalu dimakan bersama-sama dalam kekerabatan dan kekeluargaan, sesungguhnya memiliki nilai yang sangat berbeda ketika papeda disajikan menggunakan bahan atau produk moderen.

“Kebangkitan masyarakat adat tidak hanya sebatas kata-kata saja tetapi harus ada aksi nyata di setiap kampung. Dengan makan papeda bersama adalah bagian dari pelestarian nilai budaya masyarakat lokal,” jelas Demetouw, di Kampung Abar, Minggu (30/9/2018).

Kepala Kampung Abar, Naftali Felle, minta Pemerintah Kabupaten Jayapura senantiasa memberikan perhatian yang serius terhadap upaya masyarakat dalam menjaga serta melestarikan nilai-nilai budaya yang pastinya tidak dijumpai di tempat lain.

“Kami minta event budaya ini juga dilaksanakan setiap tahun, selain Festival Danau Sentani, Festival Bahari Tanah Merah, dan Festival Sagu di Toware. Sehingga ada niat dari masyarakat untuk tetap melestarikan serta menjaga nilai-nilai kebersamaan dalam berbudaya tetapi juga berbangsa,” jelasnya. (*)

Comments

comments

Add Comment