Sakit dan Nyeri Prostat sejak tahun 2010 kini Menghilang dalam Dua Hari Saja

Kepala Suku Walak Elly Togodly di Walak Spirit Festival 2018
Kepala Suku Walak Elly Togodly di Walak Spirit Festival 2018

Pada tanggal 7-9 Agustus 2018 saya mengikuti para orang tua mengunjungi Baliem Cultural Festival, setelah itu berlanjut ke Walak Spirit Festival pada tanggal 10 Agustus 2018. Pengalaman menyaksikan pertunjukkan antara di Wamena dan yang di Eragayam berbeda, seperti perbedaan siang dan malam, jauh berbeda. Yang satunya kelihatan jelas direkayasa sampai habis-habisan, tarian-tariannya semua dipalsukan, banyak muatan politiknya daripada budaya. Yang saya saksikan di Eragayam adalah zaman batu hadir di zama pascamodern.

Saya menikmati semua ini, tetapi ada satu hal yang menganggu saya dalam tubuh saya. Dengan suhu yang begitu dingin, rasa sakit itu meningkat, dan apa yang saya nikmati dalam perjalanan ini cukup diganggu oleh kondisi yang saya alami. Sakit dan nyeri prostat saya yang mulai saya alami sejak tahun 2010

Kepala Suku berbicara banyak di honai laki-laki sepanjang hari sampai malam. Seperti biasanya, banyak topik dibahas, termasuk topik tentang hubungan laki-laki dan perempuan. Dalam peristiwa-peristiwa ini saya terus tersiksa oleh prostat saya yang sakit semakin parah.

Setelah balik ke kota, saya sampaikan keluhan saya kepada Kepala Suku Walak Elly Togodly, yang secara cepat ditanggapi dengan mudahnya, “Ah itu gampang, sebentar saja sudah sembuh!”

Aduuh! Kepala Suku Elly Togodly tidak tahu bahwa ini bukan barang mudah untuk disembuhkan. Saya sudah paling tidak empat kali berkonsultasi ke dokter modern dan mereka sudah memberikan banyak medikasi dan juga saya lakukan pijat alternatif dan akupuntur China sejak tahun 2013 sampai tahun ini 2018. Penyembuhan alternatif yang tersedia di pulau Jawa juga saya sudah kunjungi dan saya sudah tidak bisa menghitung berapa kali.

Atas dasar inilah saya tidak menanggapi apa yang dikatakan Kepala Suku secara serius. Saya menganggapnya sesuatu yang tidak akan pernah terjadi mengingat usaha-usaha yang sudah gagal berpuluh-kali selama hampir 10 tahun terakhir.

Pada menit yang sama sang Kepala Suku menelepon Dokter Adat Suku Walak. Saya perlu jelaskan bahwa Dokter Adat yang saya maksudkan di sini bukanlah dukun dan bukan juga orang yang pernah belajar tentang penyembuhan dalam ilmu modern. Dia orang kampung, tinggal di kampung. Sejak kecil saya tahu dia, karena usianya hampir sama dengan usia saya. Saya dengar Kepala Suku memanggil namanya sebagai Dokter.

Kepala Suku langsung bilang, “sekali operasi ko bayar 1 juta ya.. Kalau Dua kali bayar 2 juta. Kalau tiga kali operasi bayar tiga juga.”

Besoknya sang Dokter Adat datang, orangnya saya sudah kenal lama, tetapi profesinya sebagai Dokter Adat Suku Walak baru saya tahu saat ini, saat beliau datang untuk mengoperasi prostat saya.

Operasi tidak dilakukan hari ini. Ditunda hari esoknya, yaitu tanggal 3 September 2018.

Saya disuruh merekam video, mengambil foto, pada saat operasi berlangsung.

SAya sendiri menyaksikan apa yang terjadi dengan tubuh saya, Dokter Adat tidak menggunakan benda lain, tetapi ia melihat ke dalam tubuh saya sendiri dan langsung menjelaskan apa yang ada, apa masalahnya.

Ada dua hal baru yang saya baru tahu, yaitu di bagian kiri prostat saya, di ruang di luar prostat terdapat “ruang kosong” yang sangat besar, di ruang kosong itu berisi banyak angin, dan menurut Dokter Adat, ruang kosong inilah penyebab sakitnya. Hal kedua yang saya tahu ialah usus kecil saya juga sangat kosong, dan banyak sekali berisi angin. Dokter Adat katakan

“Anda jarang makan banyak, makan hanya sedikit-sedikit, itu tidak baik, harus makan banyak-banyak, berturut-rturut, khususnya setelah operasi ini harus makan banyak. Kalau tidak angin yang ada di dalam usus ini akan terus ada, dan tubuh tidak sehat akan tetap lanjut., prostat sakit ini juga bisa ada hubungannya dengan usus kosong ini, karena makanan sangat terbatas.”

Operasi berlangsung selama kurang lebih 30 menit dan saat operasi berlangsung, saya serta-merta bisa merasakan badan saya menjadi legah, sejuk, tenang dan secepatnya merasa mengantuk, siap untuk tidur.

Setelah bangun dari tidur, saya mulai berusaha meraba-raba bagian prostat saya, apakah sakit masih terasa atau tidak. Saya kaget! Sungguh kaget! Saya bangun dari posisi tidur, dan duduk, lalu memegang prostat saya kembali. Biasanya, memagang prostat saja, bukan meraba, bukan menjepit, sekedar memegang saja sudah sakitnya minta ampun. Sekarang saya memegang sudah tidak sakit lagi. Saya lalu memeras/ menekan sedikit perlahan-lahan, dan terasa ada sakit sedikit di bagian kiri.

Dokter Adat katakan kita harus lakukan operasi kedua, tetapi pada tanggal 4 saya harus berangkat, tiket pesawat sudah ada di tangan, saya tidak bisa tunda. Jadi saya bilang sang Dokter Adat, “besok saya harus berangkat, jadi nanti saya pulang baru kita lakukan operasi kedua. Dalam waktu 3 minggu saya sudah balik”. Kata Dokter Adat dengan mudah dan cepat katakan, “Ko tidak perlu ada di sini, operasi kedua, pertama, ke berapa pun kita lakukan tanpa pasien ada di tempat juga bisa, kebanyakan memang begitu.”

Jadi, saya kaget, tetapi saya percaya.

Besoknya saya berangkat, dan pada saat saya dalam perjalanan sang Dokter Adat melakukan operasi.

Keesokan harinya saya telepon ke Kepala Suku Elly Togodly dan katakan kepadanya, “Semua rasa sakit sudah hilang semua, sakit yang sedikit yang maish ada kemarin pun sudah lenyap semuanya”. Langsung dibalasnya,

“Bagus sekali itu. Itu bukan ilmu modern, bukan ilmu yang kita belajar dengan bayar uang, bukan ilmu yang dibuat-buat. Itu obat asli, murni yang sudah ada di sini sejak nenek-moyang, diberikan secara gratis turun-temurun. Ko sudah rasa to? Ko pu tugas sekarang ko kasih tahu orang-orang di seluruh dunia, kalau mereka sakit, kami bisa bantu sembuhkan mereka.

Kasih tahu mereka, tidak usah datang ke Wamena, kirim saja foto di bagian mana badan mereka sakit, dan jelaskan sedikit nama pasien dan jelaskan sedikit tentang sakit yang dialami. maka Dokter Adat kami akan operasi mereka dan mereka pasti akan sembuh. Ini bukan ilmu-ilmu, pake-pake, pelet, ini ilmu asli dari nenek-moyang kami”

Tanpa saya sangka saya harus ceritakan kisah kesakitan dan kisah kesembuhan ini, saya terpaksa harus menceritakan kepada Anda, karena Kepala Suku saya memerintahkan untuk saya ceritakan. Pastilah secara pribadi saya tidak akan berani seperti ini, tetapi menurut Hukum Adat kami, Kepala Suku harus kita hargai dan melanggar perintah mereka selalu saja ada akibatnya, bukan kecelakaan dan malapetaka, tetapi sesuatu yang tidak kita inginkan pasti terjadi. Untuk menghindari itu, saya harus tulis kisah ini.

Kalau Anda punya kesakitan yang sama dengan saya, atau sakit apapun, Anda bisa hubungi saya di WA/SMS: 082210183000 atau Email: info@thenature.us

Jenis rasa sakit yang saya usulnya untuk bisa ditangani oleh Dokter Adat Suku Walak:

  1. Sakit di bagian Prostat atau di Payudara, di kandungan atau perut (pasti sembuh)
  2. Sakit di bagian dada, tangan, kaki
  3. Lumpuh bagian tubuh mana saja

Jenis yang TIDAK TERMASUK dalam penanganan Dokter Adat Suku Walak ialah sakit-penyakit umum yang disebabkan oleh virus atau bakteri seperti malaria, HIV/AIDS, types, dan sejenisnya. Sementara yang bisa disembuhkan pada umumnya masuk ke dalam kategori sakit secara fisik, bagian badan yang rasa sakit. Saya sedang curiga Tumor/ Kanker bisa disembuhkan kalau saya kategorikan ini sebagai sakit fisik, atau masalah yang terjadi adalah secara fisik dapat dilihat/ dapat difoto dan terlihat terjadi perubahan secara fisik di dalam tubuh.

Saya menduga sakit seperti patah kaki tidak termasuk di sini, tetapi rasa sakit secara fisik yang lain pasti akan disembuhkan semuanya.

Comments

comments

Add Comment