Kartu Indosat yang Terblokir diganti Baru, Katanya Potong Kartu yang Salah?

Kartu Indosat yang terblokir diganti raru, katanya Potong Kartu yang salah, menurut saya ini alasan yang salah

Bagaimana mungkin kesalahan terletak pada kartu yang dipotong, itukah dipoting 5 tahun lalu karena HP saya sudah tidak dapat menggunakan karut standard keluaran Indosat waktu itu dan sekarang karena HP hanya menerima kartu ukuran kecil saya lakukan pemotongan itu dan sudah lebih dari 3 tahun saya menggunakan ini, dan matinya=pun bukan karena saya mengutak-atik, matinya hanya tiba-tiba pada saat hari besoknya saya mau menggunakan tetapi signal hilang.

Sebelum saya ke kantor Indosat, saya sudah cek di Mas Google.com semua informsi terkati dengan pencarian “singnal indosat oredoo hilang tiba-tiba” Jawabannya sebagaimana saya muat dalam artikel sebelumnya, ada yang memberikan saran bagus. Sebenarnya ada opisi menelpon ke kantor Indosat diberikan dallam sasran=saran itu, tetapi saya memilih langsung ke kantor saja.

Sialnya, saya baru tiba dengana go-ride, kok kantornya sudah pindah. Jadi, saya jelas-jelas tidak bisa menyuruh go-ride sama-sasma cari kantor indosat baru. Saya harus turun dan pesan baru lagi, atau tanaya-tanya duluu baru pesan lagi. Tetapi HP saya nomor tidak jalan, jadi saya tidak bisa internet lagi.

Jadi, saya tanya-tanya satpam sekitar, saya diarahkan ke tempat alamat kantor indosat baru.

Harapan Saya

Saya sebenarnya berharap Indosat mengatakan bahwa kesalahan yang saya lakukan, seperti misalnya tidak pernah melakukan panggilan apa-apa, atau tidak mengisi pulsa selama 3 bulan atau alasan yang rasional. Tetapi jawabannya yang saya tidak terima tadi, “kartu dipotong salah”. Jawaban ini pasti saya terima kalau saya diberitahu baru 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun setelah pemotongan. Atau juga baru setelah saya pindahkan kartu ini dari HP yang satu ke HP yang lain, maka bisa rasional alasan. ini.

Apa yang terjadi

DI kantor indosat ini kantor baru pindah, belum disetting mesin antrian, kantornya bertuliskan “Selamat dan Sukses” atas pembukaan kantor dan Selamat HUT Indosat ada tertulis di depan kantor baru ini. Memang kantor lama cukup besar, tetapi kantor kecil ini sama dengan astu kamar hotel ttype executive room, jadi sekitar 7 x 6 meter begitu.

Begitu saya masuk, saya dimintakan memberitahukan “nama saya” kepada pegawai indosat, yang waktu itu ada dua orang, seorang laki-laki dan seorang perempuan. Saya sebut nama “John”. Lalu saya duduk di tempat duduk yang disediakan. Setelah beberapa orang menghadap, sayapun dipanggil. Saya menghadap.

Saya ditanyakan apa masalahnya. Saya bilang, “baru kemarin lalu, saya bangun, signal kartu lenyap total”.

Saya dimintakan nama, KTP dan didaftarkan atas nama siapa. Saya berikan detail semua. Saya belum punya e-KTP, jadi saya gunakan e-KTP dari Ketua Koperasi BaliemArabica.com untuk memverifikasi. Saya bilang saya akan punya e-KTP tahun depan setelah KTP lama berakhir. Saat ini saya daftar pakai nomor KTP Ketua Koperasi. Dan saya kebanyakan  menggunakan nomor ini untuk SMS Banking, dan semua kegiatan bisnis Kopi-Papua.com

Mendengar itu, tadinya ibu indosat mengatakan banyak hal, Surat Keterangan/ Kuasa, Foto Copy KTP Ketua Koperasi dan sebagainya, yang bikin hati saya agak bertanya-tanya, “Apa yang mau diketahui dari semua ini?”, akhirnya semuanya gugur.

Akhirnya ibu indosat katakan, ‘Saya gantikan kartunya, saya akan musnahkan kartu lama, tanpa jaminan nomor yang ada di dalam akan terhapus semua” Saya bilang dia, “Jangan dibuang, jangan diapa-apakan”, biar saya pegang.

Sasya diberikan kartu baru, juga karatu lama. Saya akan coba ke tempat lain, cari di google.com atau cari lain untuk mencoba mendapatkan nomor telepon yang saya simpan di  kartu lama.

Catatan Pelajaran

Yang syaa belajar dari pengalaman ini ada tiga

Pertama, SELALU menyimpan nomor telepon dengan copy ke alamat email google.com, di mana biasanya pada saat kita simpan ada juga permintaan apakah nomor ini disimpan di google.com? Maka saya sarankan sebaiknya disimpan semua di tempat lain juga sebagai back-up. Siapa tahu nanti indosatnya salah, malah kita dibilang potong kartu yang salah, indosat nggak salah, kan itu praktek biasa.

Kedua, saya harus biasakan menggugnakan kartu selain Indosat, satunya untuk satu bank, lainnya untuk bank lain. Tidak seperti sekarang, semua bank dan sms dan online banking saya paki indosat ini, akhirnyaa saya menjadi lumpuh total hanya gara-gara ini.

Ketiga, saya punya pilian lebih ekstrim, saya harus pertanyakan kepada Indosat, “Apa ini indosat harus saya percayai?” Tidak teliable lagi, itu kesimpulan singkat. Padahal dari sisi penggunaan pulsa, indonsat lebih reliable, dari sis paket internet saya tahu Indosat lebih saya percayaai, dari awal. Tetapi kalau seandainya siggnal berhenti saat saya ada di kampung di Tanah Papua? Apa gerangan yang akan saya alami?

Bukan Indosat yang jawab, saya sendiri harus menjawbnya.

Comments

comments

Add Comment