Trick Menghadapi Orang Imigrasi di Seluruh Dunia Saat Anda Landing dan Check Out dari Airport

Trick Menghadapi Orang Imigrasi di Seluruh Dunia Berdasarkan Pengalaman yang Cukup

Ya, saya sebut trick untuk menghadapi orang imigrasi ini untuk seluruh dunia, karena saya temukan setelah beberapa ratus bahkan bisa saya katakan beberapa ribu kali, dalam waktu lebih dari 20 tahun belakangan, saya sudah punya banyak pengalaman untuk menyimpulkan trick ini.

Dengan kata “trick” bukan berarti muslihat, tetapi cara-cara yang dapat membuat kita mudah untuk lolos dari pengecekan imigrasi.

Saya punya pengalaman pernah diusir pulang langsung dari airport, yang akan saya ceritakan di artikel lain. Saya juga pernah diusir keluar dari negara di mana saya tinggal, dan dilarang balik selama enam bulan gara-gara saya melanggar izin tinggal. Selain itu, seperti saya ceritakan dalam artikel lain di blog ini, saya juga pernah dibentak dan ditanya macam-macam di counter imigrasi.seperti saya ceritakan di blog ini di tahun 2016.

Tiga Trick Utama

Trick pertama, dan utama, ialah “berprasangka baik“. Setelan di dalam hati dan bathin sendiri, bahwa para pegawai imigrasi yang bertugas di counter imigrasi itu ialah “manusia”, dan juga ingat sekali lagi, bahwa anda sendiri adalah “manusia”, jadi kesimpulannya, sama-sama manusia. Nah, dua manusia sedang berhadapan, tetapi yang membedakan ialah satu manusia sebagai orang yang melakukan perjalanan, dan manusia yang satu lagi sedang mengecek dokumen dan mengizinkan keluar atau mengizinkan masuk manusia lain keluar dan masuk. Arinya, dua-duanya sedang mengadu nasaib, menjalankan tugas dan fungsi masing-masing.

Orang imigrasi itu ada bukan untuk mencari-tahu kekurangan dan kelemahan kita orang yang keluar-masuk, tetapi mereka hadir untuk memastikan kita keluar-masuk dengan aman dan sesuai aturan yang ada.

Trick kedua ialah serahkanlah segala-sesuatu kepada sang Khalik langit dan bumi, pencipta, pemelihara dan pelindung kita. Pasrah-lah terhadap apapun yang terjadi. Itu tidak berarti menerima apapun yang terjadi. Perjuangkan apapun yang bisa diperjuangkan. Misalnya sekali waktu saya pernah diperiksa sampai celana dalam-pun disuruh buka. Kaos kaki pun dilepas, setiap barang yang saya bawa, dari tas, koper sampai dompet-pun dibuka satu per satu. Saya katakan kepada mereka,

“Permisi, lakukan hal yang paling mudah untuk Pak lakukan, pulangkan saja saya kalau Anda meragukan saya masuk ke negara Anda, daripada anda lakukan pemeriksaan yang tidak sopan seperti ini!” Saya melihat salib Kristen ada tergantung di lehernya jadi saya katakan kepada dia Yesus yang ada di dalam diri saya pasti tidak senang dengan apa yang Anda lakukan saat ini. Saya bukan pengemis, saya bukan pengedera narkoba, saya bukan teroris, saya resmi penjual kopi Papua.

Perlu saya sampaikan bahwa pemeriksaan ini dilakukan karena saya balik ke negara ini setelah saya diusir dari airpot seperti saya sebut tadi.

Dengan ucapan saya tadi, sang petugas imigrasi tidak berkata apa-apa,langsung dia mencap dan suruh saya masuk.

Sekali lagi, ingat, saya orang Papua, rambut keriting, kulit sawo matang (bukan hitam), kecuali kalau Anda buta warna anda akan panggil orang Papua itu kulitnya hitam. Kalau begitu perlu sekolah warna.

Ditambah lagi saya memegang passport Indonesia. Jadi sudah dua kali masalah buat saya. Oragnya cokelat, bukan orang Melayu, pegang passport Indonesia, negara Asia, ras Melayu. Jadi ada komplikasi pemikiran mereka, jelas begitu.Ini mempersulit pemikiran mereka untuk mengizinkan saya masuk. Artinya pemegang passport Indonesia dari Manado, Medan, Solo, Jogja, Denpasar, Makassar, Bandung pasti diperlakukan lebih ringan daripada perlakuan terhadap saya.

Tetapi saya tegaskan kembali, berprasangka baik danberserah, adalah dua kunci pertama dalam menghadapi mereka. Dan saya pegang dua prinsip ini bukan hanya untuk imigrasi tetapi hampir untuk semua hal yang saya lakukan di mana saja saya pergi dan berteman dan berinteraksi.

Trick ketiga, mungkin ini Anda lakukan sebelum berangkat, masih saat merencanakan perjalanan. Lakukan simulasi, kepada diri sendiri atau ajak teman dekat untuk mempraktekkan. Daftarkan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin ditanyakan, dan juga siapkan jawaban-jawabannya. Lakukan simulasi, dan minta tanggapan apakah jawaban-jawaban bisa membuat saya lolos atau tidak.

Saya pernah dilatih seperti ini oleh teman-teman saya. Awalnya saya dongkol karena saya diperlakukan seperti anak sekolah,padahal saya sudah orang tua. Lama-lama,sebegitu banyak kali saya lolos, ternyata hal-hal yang saya simulasikan itu benar-benar saya lakukan, menjadi bagiand ari memori dan aksi saya sendiri.

Kesimpulan

Saya harus mengaku,apa yang saya sampaikan di sini bukan lah saran-saran orang yang mengenal HAM dan hukum. Saya juga tahu bahwa pengalaman yang serupa dan saran-saran dari orang lain yang lebih berpengalaman juga masih ada. Karena saya yakin, kisah-kisah ini, kisah dalam kehidupan ini, sebenarnya kita sedang memutar-mutar ulang, dari waktu dan tempat yang berbeda, atau bisa juga terjadi di waktu yang sama di tempat yang berbeda.

Kalau kita berniat baik dan maksud perjalanan kita adalah dalam rangka mencari nafkah, jangan buat muka seperti muka permohonan, jangan muncul seperit orang butuh bantuan, tolak perassaan Anda pemegang passport Indonesia yang pasti akan ditanya-tanya tanya banyak. Yakin bahwa anda bermauskd baik, anda orang baik dan anda akan lolos ke seluruh muka bumi.

Ingat Bumi ini milik kita,milik makhluk semua, manusia, hewan, roh,tumbuhan, benda. Kita ada untuk saling mendukung, saling berbagi dan saling menopang.

Comments

comments

Add Comment