Semua Rumah Sakit Menjadi Akan Menjadi Rumah Sehat: Kok Bisa (1)

Ada bisikan alam di luar nalar yang kita sebut entah itu sebagai apa saja, saya sebut sebuah suara nurani. Ia selalu berbicara berpuluh tahun, bisa terjadi ratusan atau ribuan tahun sebelum terjadi, yang biasanya saya alami beberapa kali. Sekarang saya sudah berumur dan sudah cukup waktu untuk mengenal suara-suara itu.

Ya, benar, Suara ini mengatakan: “Akan Datang waktunya….

Akan datang waktunya, di mana semua rumah sakit yang besar maupun kecil, baik apotik maupun polik-klinik akan berubah menjadi rumah sehat, di mana yang tinggal beroperasi dan yang tinggal di dalamnya ialah orang-orang yang hidup sehat dan mengenal cara hidup sehat.

Lalu saya bertanya :

Kok begitu?

Dia berikan tiga jawaban: yang pertama karena para pasien sadar dan bertobat tidak ke rumah sakit dan tidak ke dokter lagi

Semua orang waktu itu akan menjadi sadar, bahwa rumah-rumah sakit, apotik, klinik dan obat-obatan dibuat BUKAN UNTUK MENYEMBUHKAN orang sakit, tetapi justru dibuat untuk bisnis belaka. Dan apalagi, perlakuan dokter, menyuruh beli ini dan beli itu, di apotik ini dan di polik sana, semuanya bertujuan untuk keuntungan ekonomi si dokter, bukan bertujuan untuk kesembuhan sang pasien yangs edang sakit dan menaruh harapan kepadanya.

Si dokter dan perusahaan di bidang kedokteran, perobatan dan kerumah-sakitan tahu bahwa pada saat seseorang sakit, maka dengna mudah diberi cap dan merek macam-macam, seperti Anda sakit ini, kamu sakit itu, dan dengan mudah pula diperas, karena duit menjadi tidak penting, yang terpenting sekarang ialah hidup atau mati.

Naluri hewani yang muncul, untuk menyelamatkan diri saat seseorang sakit, maka mereka justru mengelola kondisi itu untuk mendatangkan keuntungan sebesar-besarnya. Sampai banyak orang meninggal masuk kuburan dalam kondisi berhutan.

Para pelayan kesehatan dan produsen obat-obatan juga tahu bahwa pada saat seseorang datang menghadap si “dokter”, atua si “mantri” atau si “suster”, mereka sudah tahu 50% harapan hidup dan nasib diserahkan kepada mereka, dan si pemegang hdup hanya tersisa 50% di tangannya. Dengan demikian mereka berusaha menaikkan persentase dari 50% menjadi paling maksimal 90% sehingga apa-apa saja yang bisa dibuat dengan duit yang ada bisa dilakukan oleh si “pasien” menggunakan 10% hak hidup yang dimilikinya. Paling tidak untuk mengeluarkan duit dan membayar mereka. Cukup dengna 10% itu mereka bisa lakukan proses pembayaran dimaksud.

Lama-lama para pasien, Anda dan saya, dan semua manusia di dunia, keluar-masuk menjadi mantri, dokter, apoteker, suster, pasien, pasien, dan kemudian menjadi sadar sendiri apa yang sebenarnya sedang terjadi dalam permainan ini.

Akhir daripada drama ini,

“manusia mengambil kembali hak menentukan nasib hidupnya kembali ke tangannya sendiri.

Itu berarti Kita mengambil kembali hak hidup kita sendiri

Kita manusia ssat itu akan menyadari bahwa obat-obatan yang dulunya ditemukan manusia untuk menyembuhkan manusia itu tidak lagi berfungsi untuk membantu menyembuhkan sakit-penyakit. Si pembuat, pabrik dan pemilik perusahan obat menjalankan bisnisnya bukan untuk kesembuhan orang, bukan buat kesembuhan dirinya tetapi dalam rangka mencari duit.

Yang memperjual-belikan alat-alat rumah sakit, obat-obatan juga tidak memproduksi dan tidak menjual supaya orang sakit menjadi sembuh tetapi dalam rangka mencari dui.t

Sampai kepada dokter dan suster di “rumah sakit” juta bukan bekerja untuk membantu menemukan penyakit dan membantu proses penyembuhan, tetapi mereka ada di sana bekerja untuk menghidupi keluarganya, yaitu mencari duit.

Maka kita mau katakan kepada diri sendiri, dan kepada dunia, “

MULAI SAAT INI SAYA TIDAK AKAN KE RUMAH SAKIT. SAYA MAU JADIKAN RUMAH SAYA SEBAGAI RUMAH SEHAT.

Ini berarti,

Saya mengambil-alih tugas kesehatan hidup saya ke dalam tangan saya sendiri, saya tarik ketergantungan harapan saya untuk kesembuhan di rumah sakit dan dari tangan dokter-suster.

Yang kedua karena … {bersambung….]



Comments

comments

One thought on “Semua Rumah Sakit Menjadi Akan Menjadi Rumah Sehat: Kok Bisa (1)

  1. Pingback: Semua Rumah Sakit Akan Menjadi Rumah Sehat: Mengapa? (2) - Kisah.us

Add Comment